Subscribe to RSS Feed

Minggu, 27 Februari 2011

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk yang diciptakan oleh Allah swt. Manusia juga merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan bantuan dari orang lain. Unsur-unsur yang membangun manusia ada 4, yaitu:
1. Jasad
2. Hayat
3. Roh
4. Nafsu

Hakekat manusia ada 4, yaitu:
1. Makhluk ciptaan Allah swt yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan.
2. Makhluk yang sempurna karena dilengkapi dengan akal, kehendak dan perasaan
3. Makhluk biokultural atau makhluk budayawi
4. Makhluk ekologi yang sangat terikat dengan lingkungan yang ada di sekitar

Manusia dengan makhluk lain mempunyai perbedaan, selain dari fisik. Manusia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain, yakni akal pikiran dan pemahaman.


Kepribadian bangsa timur sangat berbeda dengan bangsa barat, baik dari wilayah serta ras yang dimiliki. Dari segi agama, bangsa timur mayoritas memeluk agama islam sedangkan bangsa barat mayoritas memeluk agama nasrani. Dari segi berpakaian juga sangat berbeda, bangsa timur berpakaian terkesan lebih sopan jika dibandingkan bangsa barat yang kurang sopan bahkan ada pula yang tidak memakai pakaian sehelai pun dan mereka sangat percaya diri dengan itu semua seolah sudah menjadi kebiasaan yang lumrah bagi mereka.

Manusia dan Kebudayaan suatu hal yang sangat erat kaitannya. bisa kita bilang bahwa tidakan-tindakan manusia adalah suatu kebudayaan. manusia pada hakekatnya mempunyai suatu kebiasaan dalam kehidupannya, dalam prospek apapun dan dalam memcehkan suatu masalah, manusia pasti akan mempunyai suatu tindakan yang kita sebut kebudayaan

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.

Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

Minggu, 20 Februari 2011

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Apakah tujuan dari pembelajaran Ilmu Budaya Dasar, secara garis besar adalah untuk menghasilkan Sarjana yang memiliki wawasan luas mengenai budaya masyarakat,dengan sikap Berjiwa Pancasila, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  Adapun tujuan umumnya ialah :

1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja
2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu
    perilaku manusia
5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah
    masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada
   di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur
    kita yang luhur nilainya
7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan
    dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku
8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam
    berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi
    tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya


  Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan
    budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik
    dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara
    gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam
    perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
 
 
Opini:
dalam hal ini IBD bertujuan untuk elestarikan budaya yang telah ada dari zaman dahulu agar terus dikenang agar lestari

IBD Sebagai Bagian dari MKDU

lmu Budaya Dasar Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum



 Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi

Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, juga tentang pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang telah dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah yang ada dalam kehidupan manusia dan kebudayaan.

  Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

  Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :

1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah  
    dan budaya nasional


Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu : 


1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ) : Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah 


2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) : ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat. 


3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. 



Opini:
 Ilmu Budaya dasar mengajarkan aspek-aspek budaya yang ada di Indonesia. Serta juga keterkaitan manusia dengan kebudayaan yang ada.Ilmu alamiah itu berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Ilmu Sosial itu berdasarkan kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


sumber:
http://meryana90.blogspot.com/2010/10/ilmu-budaya-dasar-sebagai-mata-kuliah.html
http://www.diazkurniaputra.co.cc/2010/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_6694.html

IBD Sebagai Bagian dari MKDU

lmu Budaya Dasar Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum



 Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi

Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, juga tentang pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang telah dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah yang ada dalam kehidupan manusia dan kebudayaan.

  Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

  Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :

1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah  
    dan budaya nasional


Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu : 


1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ) : Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah 


2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) : ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat. 


3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. 



Opini:
 Ilmu Budaya dasar mengajarkan aspek-aspek budaya yang ada di Indonesia. Serta juga keterkaitan manusia dengan kebudayaan yang ada.Ilmu alamiah itu berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Ilmu Sosial itu berdasarkan kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


sumber:
http://meryana90.blogspot.com/2010/10/ilmu-budaya-dasar-sebagai-mata-kuliah.html
http://www.diazkurniaputra.co.cc/2010/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_6694.html

Rabu, 12 Januari 2011

Bab X: Agama dan Masyarakat

Studi Kasus:



 Konflik Agama
Catatan pelanggaran HAM 2010 juga menyisakan kasus lama yang hingga kini masih berlangsung. Yakni, kekerasan terhadap anggota Jamaah Ahmadiyah yang masih terus berlangsung di sejumlah daerah. Misalnya terjadi di Manislor Kuningan, Cisalad Bogor, Lombok NTB dan penyerangan Masjid Ahmadiyah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kasus penyerangan jemaat HKBP Ciketing, Bekasi, juga menambah panjang lembaran kasus HAM bernuansa konflik agama. Warga sekitar menolak pendirian tempat ibadah di lingkungannya sehingga berujung penusukan terhadap salah satu jemaat HKBP. Kekerasan dalam konteks agama erat kaitannya dengan fungsi penegakan hukum. Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, polisi sebagai garda terdepan dalam penegakkan hukum semestinya bertindak tegas dalam masalah kekerasan.



Teori:


UNGSI AGAMA
Menurut lembaga social, agama merupakan bentuk perilaku manusia yang
terlembaga.
Dalam masyarakat ada tiga aspek penting yaitu : Kebudayaan, system social dan
kepribadian.
Teori fungsional dalam melihat kebudayaan adalah wujud suatu kompleks dari
ide – ide, gagasan, nilai – nilai, norma – norma dan peraturan.
Funsi kepribadian dalam ini merupakan suatu dorongan kebutuhan yang
kompleks dan kecendrungan bertindak.
Aksioma teori fungsional agama adalah segala sesuatu yang tidak berfungsi
akan lenyap dengan sendirinya.
Masyarakat inustri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap
semua aspek kehidupan.
Perkembangan iptek mempunyai konsekuensi penting bagi agama.
Sekulerisai cenderung mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pengalaman
keagamaan.
Kebanyakan agama yang menerima nilai- nilai institusional baru adalah agama
– agama aliran.
PELEMBAGAAN AGAMA
Agama bersifat universal, permanent, dan mengatur dalam kehidupan.
Menurut Elizabeth K. Notinghan yaitu :
Masyarakat yang terbelakang dan nilai – nilai sacral.
Masyarakat indutri yang berkembang.
NU, semula tidak memiliki anggaran dasar setelah 1972 baru dirumuskan.
Dari lembaga keagamaan berkembang pola ibadah, pola ide – ide.



Opini:
Agama merupakan suatu keyakinan yang dimiliki setiap orang. Agama juga bisa sebagai landasan hidup, pedoman bagi manusia. Di dunia ini ada bermacam-macam agama, seperti islam, kristen protestan dan katolik, hindu, budha dan masih banyak lain. Dan setiap agama mengajarkan tentang kebaikan, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dalam kehidupan masyarakat meskipun mempunyai agama yang berbeda kita harus salingmenghormati dan bertoleransi antar umat agama lain.

BAB XI. PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

Studi Kasus:

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, menegaskan diskriminasi terhadap perempuan harus dihapuskan. Upaya penghapusan kekerasan dan diskriminasi perempuan harus menjadi agenda utama penegakan HAM.

Berbicara dalam peringatan puncak Hari Ibu ke-82 di Sasana Langen Budaya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (22/12), Linda memaparkan berdasarkan Human Developmen Report 2009, pemberdayaan perempuan di Indonesia bergerak ke arah positif.

Ini dilihat dari Indeks Pembangunan Gender Indonesia mengalami peningkatan dari 0,704 pada tahun 2004 menjadi 0,726 pada tahun 2007. Indikator lainnya adalah Pemberdayaan Gender, yakni untuk mengukur partisipasi perempuan di bidang politik dan pengambil keputusan. Selain itu juga tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan dan rata-rata upah di sektor nonpertanian, yaitu meningkat dari 0,597 pada 2004 menjadi 0,623 tahun 2008.



Teori:

Dalam konteks rasial, prasangka diartikan:”suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi ”. Dalam hal ini terkandung suatu ketidakadilan dalam arti sikap yang diambilkan dari beberapa pengalaman dan yang didengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari anggota seluruh kelompok etnis. Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.


Opini:
Prasangka diskriminasi dan etnosentris dalam hidup sangat tidak baik karena dapat merusak suatu hubungan antara masyarakat satu dengan yang lain. Hal itu sangat berbeda dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang telah kita anut sejak lama. Selain itu dapat menimbulkan hubungan yang tidak baik dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mampu untuk memecahbelahkan bangsa ini. Sikap seperti itu harus dihindari agar kita dapat selalu hidup dengan damai tanpa ada perbedaan yang meghalangi kita.

Rabu, 17 November 2010

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

Studi Kasus:

Ahad 17 Oktober kemarin diperingati sebagai Hari Anti Kemiskinan. Sebagai salah satu fenomena sosial yang dihadapi oleh semua negara, kemiskinan merupakan bagian dari agenda pembangunan yang tak henti-hentinya menjadi wacana dan diskursus yang ramai didiskusikan oleh berbagai kalangan.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sampai Maret 2010 jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta jiwa atau sekitar 13,3 persen dari jumlah penduduk. Angka ini mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibanding tahun Maret 2009 yang mencapai 32,53 juta orang.

Selain itu,jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan 0,81 juta jiwa atau 11,10 juta orang sampai Maret (2010) dari 11,91 juta di Maret 2009. Demikian halnya di daerah perdesaan telah mengalami penurunan 0,69 juta jiwa, atau dari 20,62 juta (Maret 2009) menjadi hanya 19,93 juta jiwa tahun ini.


Materi:


Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.



Opini:
Kemiskinan merupakan akibat dari dari perubahan teknologi yang secara tidak merata sehingga mengakibatkan ada daerah daerah yang belum tersentuh teknologi sedikitpun.
Perkembangan teknologi secara menyeluruh akan mampu untuk membuat suatu daerah tersebut lebih maju.